WELCOME TO BLOG

Khastury_chains Islam

Selamat membaca ilmu Islam


cerita pangalaman

TeguhkanLah

Ya allah dengan rahmatMu, ya Rahiim
Ampuni daku, ku mengintai ketenangan di antara kekealutan karena keinginan tidak pernah kesampaian. Ku kutip sisa-sisa dari segala keruntuhan, bangkit semula meneruskan lagi perjalanan, ku memohon ketabahan karena gelombang hidup dan cobaan menghadang, ku anggap tiada jalan mudah, itu hanyalah suatu kejayaan yang tertunda, kuminta diberikan sejenak kesempatan untuk ku ulang kembali langkah.

Kepayahan yang kurasakan mengajar arti kesabaran, keperihan yang kurasa mengajar arti ketabahan, sungguh insan memerlukanMu Ya Allah, dirimbun keampunan ku mencari keredaan, melerai segala kusut dan kecamuk dijiwa. Ku cari kejernihan di segenap ruang maya, masih ku sadar.

Dengan rahmatMu, dengan kasih sayangMu, ampunil segala dosa-dosa ku ya Allah. Tetepkanlah kami dijalanMu, senantiasa dibawah lindungan inayahMu.

Air Mata

Indahnya kepekatan malam, menguraikan keagungan ciptaan Allah yang Maha Esa, menggamitkan segala rindu yang terpendam jauh dilubuk hati.

Tatkala hati berkata-kata sendiri, ada mutiara mengalir di pipi. Ntah mengapa hilang sudah kesabaran air mata ini untuk bertahan dari menitis. Andai masih ada kekuatan dalam diri, akan ku pendem segalanya sendiri dan biarlah hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Kadang-kala, hati ini bagai diketuk-ketuk dengan sesuatu hingga ianya dibiarkan bicara sendiri.

Selalu ingat pesan sahabat, insan yang selalu menghiburkan hati yang senantiasa menangis sendiri, walau hanya seorang sahabat namun dia selalu memberikan nasehat persis seorang abang yang menuntun langkah adiknya yang baru bertatih.

Kadang-kala biarkan hati berbicara, usah biarkan ianya diam sendiri hingga merusakkan tubuh yang memerlukan sokongan hati. Andai hati selalu mengingatiNya, maka Dia akan selalu ingat pada hambaNya walaupun hambaNya sering melupakaNya. Selangkah kata dekat kepadaNya, 1000 langkah dia hampir kita.

Aku bukan seseorang yang tabah karena air mata mengalir bagaikan tiada arti. Sebenarnya, air mata itu tidak perlu dihabiskan dalam masa sehari. Simpan pula untuk esok, masih ada esok untuk menangisi segala penyesalan kepadaNya, memang indah bila air mata itu mengalir karenaNya tapi usahlah berduka karena mungkin esok, kita akan bertemu kekasih kita (Muhammad S.A.W), menangislah sepuas hati dan biarlah hati berbicara.

Serahkan segala pengaduan kepadaNya. Dia memberikan sesuatu hadiah (masalah/cobaan) untuk memberikan kekuatan kepada kita.

Ya Allah, kiranya Engkau mengetahui hasrat hatiku, perkenankan ia agar hati ini kembali seperti sedia kala, izinkan hambaMu berlabuh ditiraiMu. Bila sesuatu itu datang, ia pasti pergi.

Sahabat jua selalu ingatkan, ''yang hidup pasti mati, yang mati akan dihidupkan kembali. Bila sesuatu musibah itu melanda seseorang, maka Allah lah tempat pengaduan yang paling utama. Dari Allah kita datang dan kepadaNyalah kita akan kembali.''

Biarlah catatan ini terhenti disini, apabila badan itu menderita sakit, maka tidak berguna makanan, minuman, tidur dan istirahat. Demikiam jua pada hati, (apabila telah ditimpa oleh cinta dunia) maka tiap nasehat itu tidak memberikan manfaat kepadanya.

Pembersih Hati Manusia

وَيَخِرُّونَ لِلۡأَذۡقَانِ يَبۡكُونَ وَيَزِيدُهُمۡ خُشُوعً۬ا
"Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah kusyu'." (Q.S. Al-Israa :109)
TANGISAN YANG TAK BISA DIBUAT-BUAT, IA LAHAIR DARI PIKIRAN YANG BERSIH DAN HATI YANG BENING.
Semakin dekat manusia dengan Allah maka makin mudah manusia meneteskan airmatanya. Walau sering matanya sembab berlinang air, genangan air dikelopak matanya pun takkan pernah abis.

Ketika sesuatu terjadi diluar rencana harapan dan keinginan, barulah manusia mengingat-Nya. Sadar bahwa dirinya tak mampu berbuat apa-apa jika Allah SWT. sudah berkehendak. Saat itu manusia biasana menangs. Namun tak lama setelah harapan dan keinginan yang terwujud, ia tertawa dan lupa lai kepada Sang Pemberi harapan.

Biasanya, manusia menangis, melelehkan air matanya tatkala merasa dirinya hancur, tujuan gagal, harapannya tak terkabul, cita dan cintanya berantakan, dan apabila apa yang sudah diupayakan sekuat tenaga seumur hidupnya, menemui kebuntuan.

Menangis adalah cara Dia unuk menunjukan kekuasan dan kemahabesaran-Nya. Airmata itu mungkin saja diciptakan untuk menyadarkan manusia agar senantiasa mengingat Allah SWT. Titik-titik air bening dari mata itu bisa jadi adalah teguran Allah terhadap riak kenistaan yang kerap mewarnai kehidupan ini.

Seperti Allah SWT. menurunkan hujan dari langit mengairi bumi dari kekeringan. Seperti itu juga bisa tangisan manusia, akan membasahi kekeringan hati dan melelehkan kerak kegersangan agar senantiasa menghadiri setiap langkah selanjutnya.

Airmata itu merontokkan bongkah-bongkahan keangkuhan dalam dada sehingga semakin menyadarkan bahwa hanya Dia yang berhak berlaku sombong. Airmata itu akan melelehkan pandangan mata dari menganggap remeh orang lain dan semakin menjernihkan kaca mata untuk lebih bisa melihat kemahabesaran dan kekuasan-Nya. Airmata tu akan membersihkan debu-debu pengingkaran yang menyesaki kelopak mata yang menjadikan sering kali lupa bersyukur atas nikmat-Nya.

Yang baik airmata terus menetes, dengan itu hati semakin basah dengan ketawadhu'an, qona'ah, juga cinta terhadap sesama. Airmata itu akan membasahi setiap relung hati dengan kesadaran bahwa diri pasti akan kembali kepada-Nya. Tiada apa yang patut dibanggakan dari dirinya dihadapan-Nya.

Bersyukur bila hari-hari penuh dengan airmata. Airmata ketakuan akan adzab Allah yang sangat pedih. Air mata yang tak terhenti saat semakin mendekatkan diri dalam do'a, lafadz-lafadz dzikrullah, dan dalam keheningan malam bersamanya.

Air mata ini dapat membuat tersenyum di yaumil akhir kelak. wallahu a'lam bishshawaab.



ثُمَّ قَسَتۡ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعۡدِ ذَٲلِكَ فَهِىَ كَٱلۡحِجَارَةِ أَوۡ أَشَدُّ قَسۡوَةً۬‌ۚ وَإِنَّ مِنَ ٱلۡحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنۡهُ ٱلۡأَنۡهَـٰرُ‌ۚ وَإِنَّ مِنۡہَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخۡرُجُ مِنۡهُ ٱلۡمَآءُ‌ۚ وَإِنَّ مِنۡہَا لَمَا يَہۡبِطُ مِنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِ‌ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ (٧٤
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah: 74)


وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِـَٔايَـٰتِ رَبِّهِۦ فَأَعۡرَضَ عَنۡہَا وَنَسِىَ مَا قَدَّمَتۡ يَدَاهُ‌ۚ إِنَّا جَعَلۡنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ أَڪِنَّةً أَن يَفۡقَهُوهُ وَفِىٓ ءَاذَانِہِمۡ وَقۡرً۬ا‌ۖ وَإِن تَدۡعُهُمۡ إِلَىٱلۡهُدَىٰ فَلَن يَہۡتَدُوٓاْ إِذًا أَبَدً۬ا (٥٧
Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya. (Q.S. Al-Kahfi: 57)

قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَخَذَ ٱللَّهُ سَمۡعَكُمۡ وَأَبۡصَـٰرَكُمۡ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُم مَّنۡ إِلَـٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَأۡتِيكُم بِهِ‌ۗ ٱنظُرۡ ڪَيۡفَ نُصَرِّفُ ٱلۡأَيَـٰتِ ثُمَّ هُمۡ يَصۡدِفُونَ (٤٦
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga). (Q.S. Al-An'aam: 46)

فَبِمَا رَحۡمَةٍ۬ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡ‌ۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَ‌ۖ فَٱعۡفُ عَنۡہُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِى ٱلۡأَمۡرِ‌ۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ (١٥٩
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
(Q.S. Al-'Imron: 159)





Walau Hanya Baca Al-Qur'an


Rasulullah telah menyatakan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yang makasudnya demikian: "Ada dua golongan manusia yang sungguh-sungguh orang dengki kepadanya, yaitu orang yang diberi Allah Kitab Suci Al-Qur'an ini, dibacanya siang dan malam, dan orang yang dianugrahi Allah kekayaan harta, siang dan malam kekayaan itu digunakannya untuk segala sesuatu yang diridhai Allah."

Di dalam hadist yang lain, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim pula, Rasulullah menyatakan: " Perumpamaan orang mu'min yang tak suka membaca Al-Qur'an adalah seperti buah kurma, baunya tidak begitu harum, tetapi manis rasanya. Orang munafik yang membaca Al-Qur'an ibarat sekuntum bunga, berbau harum tetapi pahit rasanya. Dan orang munafik yanng tidak membaca Al-Qur'an, tak ubahnya seperti buah hanzalah, tidak berbau dan rasanya pahit sekali."

Dalam sebuah hadist, Rasulullah juga menenrangkan bagaimana besarnya rahmat terhadap orang-orang yang membaca Al-Qur'an dirumah-rumah peribadatan (masjid, surau, mushalla, dan lain-lain). Hal ini dikuatkan oleh sebuah hadist yang masyur lagi shahih yang berbunyi sebagai berikut: "Kepada kaum yang suka berjama'ah dirumah peribadatan, membaca Al-Qur'an secara bergiliran dan ajar mengajarkannya terhadap sesamanya, akan turunlah kepadanya ketenangan dan ketentraman, akan berlimpah kepada-Nya rahmat dan mereka akan dijaga oleh malaikat, juga Allah akan mengingat mereka (diriwayatkan oleh MUslim dan Abu Hurairah).

Membaca Al-Qur'an, baik mengetahui artinya ataupun tidak, adalah termasuk ibadah, amal shaleh dan memberi rahmat serta manfaat bagi yang melakukannya memberi cahaya kepada keluarga rumah tangga tempat Al-ur'an itu membaca.