Susu Bekalija
- KEDELAI
1. Sejarah Tanaman Kedelai
Kedelai kadang-kadang ditambahkan “kacang” didepan namanya adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari ASIA TIMUR seperti kecap, tahu dan tempe . Berdasarkan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di ASIA TIMUR. Kedelai putih diperkenalkan ke Nusantara oleh pendatang dari Cina sejak maraknya pedagang dan Tiongkok, sementara kedelai hitam sudah dikenal orang lama penduduk tempat. Kedelai merupakan sumber utama protein, nabati, dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru di budidayakan diluar ASIA setelah tahun 1910.
2. Jenis Tanaman Kedelai
· Kedelai Putih (Glycine Max)
Kedelai yang bijinya berwarna kuning agak putih dan hijau. Kedelai merupakan tanaman asli dari ASIA subtropis seperti RRC dan Jepang Selatan
· Kedelai Hitam (glycine Soja)
Kedalai yang berbiji hitam, kedelai merupakan tanaman asli ASIA Tenggara
3. Morfologi tanaman Kedelai
a) Biji
Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan endospperma. Embrio terletak diantara keping biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau, coklat. Pusar biji (hilum) adalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah. Bentuk biji kedelai umunya bulat lonjong tetapai ada pula yang bundar atau bulat agak pipih.
b) Kecambah
Biji kedelai yang kering akan berkecambah bila memperoleh air yang cukup. Kecambah kedelai tergolong epigeous, yaitu keping biji muncul diatas tanah. Warna hipokotil, yaitu bagian batang kecambah dibawah kepaing, ungu atau hijau yang berhubungan dengan warna bunga. Kedelai yang berhipokotil ungu berbunga ungu, sedang yang berhipokotil hijau berbunga putih. Kecambah kedelai dapat digunakan sebagai sayuran (tauge).
c) Perakaran
Tanaman kedelai mempunyai akar tunggang yang membentuk akar-akar cabang yang tumbuh menyamping (horizontal) tidak jauh dari permukaan tanah. Jika kelembapan tanah turun, akar akan berkembang lebih ke dalam agar dapat menyerap unsur hara dan air. Pertumbuhan ke samping dapat mencapai jarak 40 cm, dengan kedalaman hingga 120 cm. Selain berfungsi sebagai tempat bertumpunya tanaman dan alat pengangkut air maupun unsur hara, akar tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya bintil-bintil akar. Bintil akar tersebut berupa koloni dari bakteri pengikat nitrogen Bradyrhizobium japonicum yang bersimbiosis secara mutualis dengan kedelai. Pada tanah yang telah mengandung bakteri ini, bintil akar mulai terbentuk sekitar 15 – 20 hari setelah tanam. Bakteri bintil akar dapat mengikat nitrogen langsung dari udara dalam bentuk gas N2 yang kemudian dapat digunakan oleh kedelai setelah dioksidasi menjadi nitrat (NO3).
d) Batang
Kedelai berbatang dengan tinggi 30–100 cm. Batang dapat membentuk 3 – 6 cabang, tetapi bila jarak antar tanaman rapat, cabang menjadi berkurang, atau tidak bercabang sama sekali. Tipe pertumbuhan batang dapat dibedakan menjadi terbatas (determinate), tidak terbatas (indeterminate), dan setengah terbatas (semi-indeterminate). Tipe terbatas memiliki ciri khas berbunga serentak dan mengakhiri pertumbuhan meninggi. Tanaman pendek sampai sedang, ujung batang hampir sama besar dengan batang bagian tengah, daun teratas sama besar dengan daun batang tengah. Tipe tidak terbatas memiliki ciri berbunga secara bertahap dari bawah ke atas dan tumbuhan terus tumbuh. Tanaman berpostur sedang sampai tinggi, ujung batang lebih kecil dari bagian tengah. Tipe setengah terbatas memiliki karakteristik antara kedua tipe lainnya.
e) Bunga
Bunga kedelai termasuk bunga sempurna yaitu setiap bunga mempunyai alat jantan dan alat betina. Penyerbukan terjadi pada saat mahkota bunga masih menutup sehingga kemungkinan kawin silang alami amat kecil. Bunga terletak pada ruas-ruas batang, berwarna ungu atau putih. Tidak semua bunga dapat menjadi polong walaupun telah terjadi penyerbukan secara sempurna. Sekitar 60% bunga rontok sebelum membentuk polong.
f) Buah
Buah kedelai berbentuk polong. Setiap tanaman mampu menghasilkan 100 – 250 polong. Polong kedelai berbulu dan berwarna kuning kecoklatan atau abu-abu. Selama proses pematangan buah, polong yang mula-mula berwarna hijau akan berubah menjadi kehitaman.
g) Daun
Pada buku (nodus) pertama tanaman yang tumbuh dari biji terbentuk sepasang daun tunggal. Selanjutnya, pada semua buku di atasnya terbentuk daun majemuk selalu dengan tiga helai. Helai daun tunggal memiliki tangkai pendek dan daun bertiga mempunyai tangkai agak panjang. Masing-masing daun berbentuk oval, tipis, dan berwarna hijau.
4. Kandungan
a. Lemak tinggi
b. Protein Tinggi
c. Isoflofon
d. Deidzen
e. Genisten
B. JAHE
1. Sejarah Singkat Jahe
Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe diperkirakan berasal dari India . Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari RRC Selatan. Dari India , jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara., Tiongkak, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman Kolonialisme, jahe yang bias memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan yang menjadi komoditas popular di Eropa. Karena jahe hanya bias bertahan didaerah tropis, penanamannya hanya bias dilakukan didaerah katulistiwa separti Asia Tenggara , Brazil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia.
2. Jenis Tanaman Jahe
Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk, warna, rimpangnya yaitu sebagai berikut :
a)Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak
Rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih
menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini biasa dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.
b) Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit
Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini
selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih
besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping
seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk
diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.
c) Jahe merah
Rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil. sama seperti jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.
3. Morfologi Tanaman Jahe
a. Batang Jahe
Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga 100 cm dan tangkainya berbulu halus
b. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat.
c. Daun Jahe
Daun menyirip dengan panjang 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm.
d. Bunga Jahe
Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.
4. Kandungan
a. Minyak Asiri
b. Pati
c. Asam Organik
d. Asam malat
e. Asam Oksalat
f. Gingerol
g. Zingerol
h. Zat Pati dan Gula
5. Manfaat Jahe
a. Pemberi aroma dan rasa makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula
b. Minuman
c. Obat dan minyak wangi
d. Asinan, acar, dll
C. BEKATUL
1. Sejarah Bekatul Dari Tanaman Padi
Dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia berusaha, memenuhi kebutuhan primer yaitu makanan. Dalam sejarah hidup manusia dari tahun ketahun mengalami perubahan yang diikuti pula oleh perubahan kebutuhan bahan makananpokok. Hal ini dibuktikan dibeberapa daerah yang semula makanan pokoknya ketela, sagu, jagung akhimya beralih makan nasi.
Nasi merupakan salah satu bahan makanan pokok yang mudah diolah, mudah
disajikan, enak dan nilai energi yang terkandung didalamnya cukup tinggi sehinggaberpengaruh besar terhadap kesehatan.
Padi termasuk genus Oryza L yang meliputi lebih kurang 25 spesies, tersebar
didaerah tropik dan daerah sub tropik seperti Asia, Afrika, Amerika dan Australia . Menurut Chevalier dan Neguier padi berasal dari dua benua Oryza fatua Koenig dan Oryza sativa L berasal dari benua Asia, sedangkan jenis padi lainya yaitu Oryza stapfii Roschev dan Oryza glaberima Steund berasal dari Afrika barat. Padi yang ada sekarang ini merupakan persilangan antara Oryza officinalis dan Oryza sativa f spontania. Di Indonesia pada mulanya tanaman padi diusahakan didaerah tanah kering dengan sistim ladang, akhirnya orang berusaha memantapkan basil usahanya dengan cara mengairi daerah yang curah hujannya kurang. Tanaman padi yang dapat tumbuh dengan baik didaerah tropis ialah Indica, sedangkan Japonicabanyak diusakan didaerah sub tropika.
2. Morfologi Tanaman Padi
a. Akar Padi
Akar tanaman padi yang berfungsi menyerap air dan zat-zat makanan dari dalam tanah yang terdiri dari :
1) Akar tunggang yaitu akar yang tumbuh pada saat benih kecambah
2) Akar serabut yaitu akar yang tumbuh dari akar tunggang setelah tanaman berumur 5-6 hari
b. Batang Padi
Batang padi mempunyai bentuk beruas-ruas, rangkaian ruas-ruas pada batang tanaman padi mempunyai panjang yang berbeda-beda. Pada ruas batang bawah pendek, semakin ke atas semakin panjang.
c. Daun
Daun tanaman padi mempunyai sisik dan telinga daun, hal ini yang menyebabkan daun tanaman padi dapat dibedakan dari jenis rumput yang lain. Adapun bagian daun padi yaitu :
1) Helaian daun terletak pada batang padi
2) Pelepah dauh merupakan yang menyelubungi batang
3) Lidah daun terletak pada perbatasan antara helai daun dan leher daun
d. Malai (sekumpulan bunga padi)
Bunga padi yang keluar dari puku paling atas. Panjang malai tergantung varietas, bunga padi terdiri dari kepala putik, tangkai sari, pakea lemma, kepala putik, ladicula dan tangkai. Bunga-bunga pada padi merupakan bunga telanjang yang mempunyai satu bakal buah 6 benang sari serta 2 tangkai putik
3. Kandungan Bekatul
a. Protein
b. Lemak
c. Karbohidrat
d. Vitamin B Komplek
e. Mineral
4. Manfaat Bekatul
a. Hipertensi
b. Heart Infarct (serangan jantung) karena penyumbatan
c. Rheumatic (encok)
d. Asma
e. Penuaan dini
f. Pencegahan kanker colon
g. Mengatasi gangguan pencernaan
h. Dll
D. KACANG HIJAU
1. Sejarah Kacang Hijau
Kacang hijau merupakan pangan semusiman berupa semak yang tumbuh tegak. Tanaman kacang hijau ini berasal dari India . Diawal abad ke 17 kacang hijau mulai menyebar ke Asia tropis termasuk Indonesia . Tanaman kacang hijau adalah tanaman semusim gerumun pendek (60 hari). Peran kacang hijau dilakukan beberapa hari dan berakhir pada hari 80 setelah tanaman
2. Morfologi Kacang Hijau
a. Akar tanaman kacang hijau
Perakaran tanaman kacang hijau banyak membentuk bintil-bintil redula akar. Makin banyak redula makin tinggi kandungan nitrogen.
b. Batang tanaman kacang hijau
Batang tanaman kacang hijau berukuran kecil berbulu, berwarna hijau kecoklatan / kemerahan, tumbuh agak mencapai ketinggian 30 cm-110 cm dan bercabang semua arah.
c. Daun tanaman kacang hijau
Daun tumbuh majemuk tiga helai daun pertangkai, helai daun berbentuk oval dengan ujung lancip berwarna hijau.
d. Bunga tanaman kacang hijau
Bunga tanaman kacang hijau berkelamin sempurna (hemapradit) berbentuk kupu-kupu dan berwarna kuning.
e. Buah tanaman kacang hijau
Buah berpolong panjang antara 6 cm-15 cm. Tiap polong berisi 6-16 berisi biji
f. Biji tanaman kacang hijau
Biji berbentuk bulat kecil dengan bobot (berat) tiap butir antara 36 gram 79 gram berwarna hijau mengkilap
3. Kandungan
a. Protein
b. Lemak
c. Karbohidrat
d. Kalsium
e. Fosfor
f. Vitamin A, B1, C
g. Air
PEMBUATAN SUSU BEKALAIJA
A. Bahan-bahannya
1. Kedalai
2. Kacang
3. Jahe
4. Bekatul
B. Alat-alatnya
1. Kompor
2. Alat pengaduk
3. Korek
4. Saringan
5. Pisau
6. Kuali
7. Blender
8. Bejana
C. Cara Membuat Susu Bekalaija
1. Cuci jahe, kedelai dan kacang hijau
2. Jemur
3. Jahe dibakar
4. Jahe dipotong tipis jemur sampai kering kemudian diblender
5. Sangrai kedelai, kacang ijo dan bekatul dengan kuali dikompor sampai matang
6. Kupas kulit kedelai, kacang ijo sampai bersih. Blender sampai menjadi bubuk
7. Siapkan bekatul yang sudah disangrai lalu saring dengan alat penyaring
MANFAAT SUSU BEKALAIJA
1. Mengobati perut kembung
2. Mencegah kanker prostad
3. Agar awet muda
4. Mengobati Diabetes
5. Memperkuat tulang
6. Menjaga kesehatan jantung
7. Mengobati hipertensi (tekanan darah tinggi)
8. Hipercholesterol (kadar kolesterol tinggi)
9. Memperbaiki fungsi hati
10. Mengatasi gangguan pencernaan
11. Susah buang air besar
12. Pencegahan kanker colon
13. Peningkatan daya tahan fisik
14. Rasa pegal pada otot
15. Mengobati reumatik
16. Membantu proses pertumbuhan
17. Meningkatkan nafsu makan
18. Memaksimalkan kerja syaraf
19. Membantu penyerapan protein dari dalam tubuh
20. Mencegah penyebaran sel kanker
21. Meningkatkan kesuburan
22. Menjaga keasaman dan memperlancar pencernaan
23. Mencegah maupun mengobati penyakit beri-beri
24. Mengobati radang ginjal
25. Mencegah dan mengobati mutaber
26. Menguatkan fungsi limpa dan lambung
27. Pelurut kentut
28. Anti muntah-muntah
29. Mencegah pengerasan pembuluh darah
30. Peluruh keringat
31. Merangsang pelepasan hormon adrelin
32. Memperlebar darah sehingga darah mengalir lebih cepat
33. Mencegah pengumpalan darah
34. Membantu tubuh melawan pilek
35. Meringankan kram perut saat menstruasi atau akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak
36. Membuat lambung menjadi aman
37. Membantu pengeluaran angin
38. Mengobati sakit kepala dan migrain
39. Mempertebal rambut
40. Sebagai sumber energi
