WELCOME TO BLOG

Khastury_chains Islam

Selamat membaca ilmu Islam


cerita pangalaman

Pembersih Hati Manusia

وَيَخِرُّونَ لِلۡأَذۡقَانِ يَبۡكُونَ وَيَزِيدُهُمۡ خُشُوعً۬ا
"Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah kusyu'." (Q.S. Al-Israa :109)
TANGISAN YANG TAK BISA DIBUAT-BUAT, IA LAHAIR DARI PIKIRAN YANG BERSIH DAN HATI YANG BENING.
Semakin dekat manusia dengan Allah maka makin mudah manusia meneteskan airmatanya. Walau sering matanya sembab berlinang air, genangan air dikelopak matanya pun takkan pernah abis.

Ketika sesuatu terjadi diluar rencana harapan dan keinginan, barulah manusia mengingat-Nya. Sadar bahwa dirinya tak mampu berbuat apa-apa jika Allah SWT. sudah berkehendak. Saat itu manusia biasana menangs. Namun tak lama setelah harapan dan keinginan yang terwujud, ia tertawa dan lupa lai kepada Sang Pemberi harapan.

Biasanya, manusia menangis, melelehkan air matanya tatkala merasa dirinya hancur, tujuan gagal, harapannya tak terkabul, cita dan cintanya berantakan, dan apabila apa yang sudah diupayakan sekuat tenaga seumur hidupnya, menemui kebuntuan.

Menangis adalah cara Dia unuk menunjukan kekuasan dan kemahabesaran-Nya. Airmata itu mungkin saja diciptakan untuk menyadarkan manusia agar senantiasa mengingat Allah SWT. Titik-titik air bening dari mata itu bisa jadi adalah teguran Allah terhadap riak kenistaan yang kerap mewarnai kehidupan ini.

Seperti Allah SWT. menurunkan hujan dari langit mengairi bumi dari kekeringan. Seperti itu juga bisa tangisan manusia, akan membasahi kekeringan hati dan melelehkan kerak kegersangan agar senantiasa menghadiri setiap langkah selanjutnya.

Airmata itu merontokkan bongkah-bongkahan keangkuhan dalam dada sehingga semakin menyadarkan bahwa hanya Dia yang berhak berlaku sombong. Airmata itu akan melelehkan pandangan mata dari menganggap remeh orang lain dan semakin menjernihkan kaca mata untuk lebih bisa melihat kemahabesaran dan kekuasan-Nya. Airmata tu akan membersihkan debu-debu pengingkaran yang menyesaki kelopak mata yang menjadikan sering kali lupa bersyukur atas nikmat-Nya.

Yang baik airmata terus menetes, dengan itu hati semakin basah dengan ketawadhu'an, qona'ah, juga cinta terhadap sesama. Airmata itu akan membasahi setiap relung hati dengan kesadaran bahwa diri pasti akan kembali kepada-Nya. Tiada apa yang patut dibanggakan dari dirinya dihadapan-Nya.

Bersyukur bila hari-hari penuh dengan airmata. Airmata ketakuan akan adzab Allah yang sangat pedih. Air mata yang tak terhenti saat semakin mendekatkan diri dalam do'a, lafadz-lafadz dzikrullah, dan dalam keheningan malam bersamanya.

Air mata ini dapat membuat tersenyum di yaumil akhir kelak. wallahu a'lam bishshawaab.



ثُمَّ قَسَتۡ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعۡدِ ذَٲلِكَ فَهِىَ كَٱلۡحِجَارَةِ أَوۡ أَشَدُّ قَسۡوَةً۬‌ۚ وَإِنَّ مِنَ ٱلۡحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنۡهُ ٱلۡأَنۡهَـٰرُ‌ۚ وَإِنَّ مِنۡہَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخۡرُجُ مِنۡهُ ٱلۡمَآءُ‌ۚ وَإِنَّ مِنۡہَا لَمَا يَہۡبِطُ مِنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِ‌ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ (٧٤
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah: 74)


وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِـَٔايَـٰتِ رَبِّهِۦ فَأَعۡرَضَ عَنۡہَا وَنَسِىَ مَا قَدَّمَتۡ يَدَاهُ‌ۚ إِنَّا جَعَلۡنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ أَڪِنَّةً أَن يَفۡقَهُوهُ وَفِىٓ ءَاذَانِہِمۡ وَقۡرً۬ا‌ۖ وَإِن تَدۡعُهُمۡ إِلَىٱلۡهُدَىٰ فَلَن يَہۡتَدُوٓاْ إِذًا أَبَدً۬ا (٥٧
Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya. (Q.S. Al-Kahfi: 57)

قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَخَذَ ٱللَّهُ سَمۡعَكُمۡ وَأَبۡصَـٰرَكُمۡ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُم مَّنۡ إِلَـٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَأۡتِيكُم بِهِ‌ۗ ٱنظُرۡ ڪَيۡفَ نُصَرِّفُ ٱلۡأَيَـٰتِ ثُمَّ هُمۡ يَصۡدِفُونَ (٤٦
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga). (Q.S. Al-An'aam: 46)

فَبِمَا رَحۡمَةٍ۬ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡ‌ۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَ‌ۖ فَٱعۡفُ عَنۡہُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِى ٱلۡأَمۡرِ‌ۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ (١٥٩
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
(Q.S. Al-'Imron: 159)





1 komentar:

  1. assalamualaikum..............subhanallah,hanya org yg beriman&di beri hidayah,moga kita trgolong org2 yg dpt hidayah,

    BalasHapus