WAJAH DALAM CERMIN
Dari gerbang musim, aku menyapa mimpimu
Berlayar menuju negeri tak berpenjuru, dengan
Warna-warna surga berlepasan di udara
Kubayangkan sebuah rongga cahaya
Membekukan hujan. Sementara tarian ilalang
Menguras air mata dan menjelmakan
Bilur-bilur ungu. Aku kehilangan cahaya rambutmu
Sayup dari langit-langit matamu
Kudengar keicik gerimis.
Tapi dalam jarak antara musim
Aku larung matahari, menuju badai.
Begitu enggan kau pulangkan nafasku, hingga
Tak kubaca isyarat kemarau
Yang tiba di ranjaku. Malam ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar