
“Nabung ? Susah, ah! Uang sakuku selalu kuarng.”
Pernah nggak kamu mendengar kalmat seperti tu?
Atau kamu sendiri mengalaminya? Jangan malu!
Susah nabung hampir dirasakan oleh setiap orang.
Tapi, jangan mengeluh, coba cek lagi mungkinada yang salah dalam pengolahan uang sakumu.
Hidup bukan hari ini.
Sobatku. Islam sangat mengedpankan persiapan dalam segala hal. Sesuatu yang tidak ada persiapan yang baik maka hasilnya pasti kurang memuaskan. Begitu juga masalah kebutuhan hdup (sandang, pangan, pendidikan, dll), tentunya nggak bisa sim-salabim ada didepan mata keitika kita membutuhkan. Harus ada usaha untuk mendapatkannya. Nah repotnya, seringkali kita tidak memenej dengan baik semua kebutuhan dan uang saku kita, sehingga yang terjadi adalah lebih besar pasak daripada tiang. Pas pengen les nggak ada uang, pas butuh buku , atau ketika membeli peralatan sekolah yang imut, uang saku dah cekak. Yah ortu lagi, deh. Gimana solusinya??
Nabung! Yup, itulah sunnah Rasulullah yang seringkal kita abaikan. Jangan pernah berpikir bahwa nabung menabung hanya bsa kita lakukan jika pendapatan kita lebih besar dari sekarang. Tidak seorangpun bisa punya tabungan gede hanya karena sudah bekerja atau mendapat uang paling banyak. Tabungan bisa menjadi kenyataan jika kamu konstiten menyisikan uang setiap pekan atau tiap bulan, atau dengan cara memutarnya menjadi bisnis yang menguntungkan.
Sebagai orang muda kita harus bisa melatih diri untuk menjadi pribadi yang berpikir jauh kedepan, jangan berpikir cetek. Nah, dengan menabung berarti telah berpikir visioner, kita sudah bisa mempersiapkan masa depan yng menguntungkan, daripada bertindak dem kesenangan hari ini saja.
Untuk Banyak Dengan Menabung.
Menabung akan mencegah diri dan tindakan konsumtif atau mubazir yang kata Allah jadi temanya setan (Al-Israf: 27, Al-A’raf:31). Coba deh mulai belajar untuk kita tidak bergiur dengan barang yang kita inginkan, pilih yang paling kita butuhkan saja. Jangan percaya sama diskon gedhe, kalau tetap membeli padahal tidak membutuhkan barang tersebut, tetap saja kamu tidak berhemat. Uang tersebut seharusnya bisa kamu simpan untuk keperluan mendadak.
Sesuai dengan sunnah Rasulullah: “ Simpanlah sebagai hartamu untuk kebaikan masa depan, karena itu jauh lebih baik bagimu.” ( HR. Bukhari)
Menyimpan sebagai rejeki juga bukan berarti kita jadi medit alas pelit. Orang yang punya tabungan dapat melakukan banyak hal daripada yang tidak punya simpanan dana. Kalau kamu biasa berhemat karena Allah, maka sedekahmu untuk orang yang membutuhkan bisa lebih besar (Al-Fur’qan:67). Kamu juga bisa membayar kebutuhan sekolah atau kursu tanpa tergantungan sama ortu. Dengan menabung kamu juga bisa mempunyai modal untuk usaha kecil-kecilan. Dan yang lebih asyik, modal nikah juga nggak akan bikin pusing karena sudah dicicil jauh-jauh hari.
Tujuan Keuangan
Walau belum punya penghasilan sendiri, tapi biasanya kamu selalu mendapatkan uang saku dari ortu secara harian, mingguan atau bulanan, kan? So, gimana memulai untuk menabung? Pertama kamu harus bisa menentukan kebutuhanmu dimasa yang akan datang (ini namanya tujuan keuangan). Apakah kamu pingin kuliah di universitas dambaan, kursus bahasa asing, modal usaha ketika lulus sekolah, atau langsung merried?
Secara sederhana, kamu bisa menentukan tujuan keuanganmu menjadi tujuan jangka panjang, jangka pendek, dan menentukan berapa besar besar tabungan yang harus kamu capai sehingga tujuan tadi tercapai.
Misalnya kamu punya tujuan jangka panjang masuk univeritas dambaan yang uang pangkalnya mnimal 5juta, sedangkan ortu hanya mampu membayar setengahnya. Berarti dalam jangka waktu 3tahun sekolah kamu harus menabung Rp 100,000 setiap bulan. “wuich gedhe banget?”
Jangan ngeri duluan! Disini kamu bisa memulai tujuan jangka pendek. Kamu harus cari jalan agar kamu bisa menabung sebesar itu tiap bulan. Menjual fotokopian ringkasan pas ujian yang malas nyatet, jual makanan kecil dikelas atau titip dikantin, mengirim tulisan media dengan terlebih dahulu mempelajari karya penulis lain jual sarung handphone yang lucu atau kerajianan tangan lainnya bisa kamu lakoni untuk menambah setoran.
Tapi, jika dirasakan target tersebut masih terlalu besar, kamu bisa memangkas tabungan menjadi Rp. 30,000 perbulan, dengan konsep konsekwensi universitas yang kamu pilih lebih terjangkau uang pangkalnya. Atau tabungan tersebut bisa untuk kursus ketrampilan saja, sehingga setelah selesai kursu kamu bisa membuka bisnis atau bekerja sesuai ketrampilanmu. Ketika bekerja tentunya kamu dapat memulai menabung yang lebih besar untuk biaya kuliah.
Strategi Menabung
Pertama jadi kebiasan. Berapapun minimal uang yang kamu sisihkan, ciptakan menabung sebagai kebiasa yang kamu perioritaskan. Jadikan menabung sebagai pengeluaran sama seperti jajan, fotocopy, transfer atau beli pulsa.
Kedua, sisihkan minimal 10%. Ingat sisihkan dulu sebelum kamu membelanjakan uang yang baru diterima, jangan menunggu sisa uang baru menabung.
Ketiga, tingkatkan pendapat dan tekan pengeluaran. Meningkatkan pendapatan artinya jangan mengandalkan dana rutin dari ortu, cari peluang yang bisa menghasilkan dana. Seiringan dari itu tekan pengeluaran, diantaranya dengan terbiasa mencatat pelajaran sendiri bukan memfotocopy, pinjam buku kakak kelas atau diperpus, datanglah lebih pagi biar bisa jalan kaki kesekolah, bawa bekal dari rumah, jangan konsumtif pada pernak-pernik yang lucu dan sebagainya.
Keempat, menabung gaya jimpitan biasakan membayar uang dengan kertas. Jika ada kembalian recehan segera masukan kedalam celengan. Jangan membobok celengan sebelum penuh.
Kelima, tabungan kalender. Jika sekarang tanggal 1 bisa menabung Rp. 1000 ditanggal 2 kamu tabung Rp. 2000 ketika kamu tanggal 12 kamu tabung Rp. 12000 begitu seharusnya. Besar uang yang ditabung sesuai angka pada tanggal tersebut. Nominal awalnya biasa kamu rubah menjadi Rp 10,000 atau sesuai dengan keuanganmu.
Keenam, menabung di bank. Tiap bulan langsung sisihkan uang sakumu untuk ditabung ke bank syariah supaya uangmu makin berkah bertambah bagi hasil. Kamu juga bisa menyetorkan uang jimpitan uang belanja atau tabungan kalender tiap akhir bulan ke rekeningmu. Tapi, jangan sering melirik-lirik saldo akhirnya lho! Ntar jadi pingin ngambil dech!
Nah, sahabatku. Jagan tunda lagi mulailah menabung sekarang. Tidak orang yang terlalu tua atau terlalu muda untuk memulai menabung. Tapi jangan lupa rutin juga berinfak dan berdo’a agar rezeki kita semakin dimudah oleh Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar