WELCOME TO BLOG

Khastury_chains Islam

Selamat membaca ilmu Islam


cerita pangalaman

Meraih Perjuangan Yang Termahal

Semua manusia adalah bergantung pada diri sendiri, terus berbakal dan seterusnya meneruskan perjuangan. Tanpa rasa bosan untuk memohon kepada Allah agar membeli sedikit persembahan kita.

Bersyukurlah, andai hingga akhir ke hari ini kita masih dipilih sebagai salah seorang dari orang yang berbuat sebagai penolong-penolong agama Allah, tapi adakah kita pasti esok lusa, kita masih berada disini? Allahua’alam.....moga ditetapkan hati ini dijalanMu ya Rabb... Amin.

Adapun jika sepanjang hidup yang lalu terkuras untuk mengejar dunia, tak peduli ajaran-ajaran Allah dan Rasul yang telah di tetapkan. Tak peduli bagaimana agama Allah jadinya hari ini.

Tak peduli kepada saudara-saudara seiman disekeliling pinggang, di seputar daerah dan belahan dunia manapun bagaimana nasibnya.

Sekarang adalah saatnya. Selagi hayat masih dikandung badan. Sebelum berkalang tanah, masih dikubur. Segera sadarkan diri dari kelalaian. Segera pikir, ubah arah dan tujuan hidup sesuai yang Allah inginkan.

Tak kan lupalah asam gandis asam gelugur, ketiga asam riang-riang menangis dipintu kubur, ingatkan badan tak sembahyang. Ingatkan diri tak peduli kehendak Ar-Rohman.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka.

Mereka berperang dijalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah didalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebh menepat janjinya selain daripada Allah?

Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

“Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji (Allah), yang ruku’ yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan bergembiralah orang-orang mu’min itu.” (At-Taubah: 111-112)

Pelajarilah makna kandungannya, pahami bagaimana transaksinya. Agar nasib diri tak kecewa lantaran Allah tidak memberi diri in surgaNya.

Apa nasib diri bila Allah singkirkan dan tak sudi membela kita. Aduhai malangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar